NEWS UPDATE

Dua Pompa Minyak PT Chevron Di Simpang Perawang Rusak, Warga Tidak Izinkan Masuk Kelokasi

Tim JRC 22 Februari 2016 | 01:42:08 | Dibaca : 704 Kali Siak
Keterangan Gambar : Dua Pompa Minyak PT Chevron Di Simpang Perawang Rusak, Warga Tidak Izinkan Masuk Kelokasi

SIAK, jelajahriau.com – Sudah lebih satu tahun lokasi pemboran minyak PT Chevron di Simpang Perawang Kel Minas Jaya, Kec Minas Kab Siak, di blokir warga. Akibatnya Tiga pompa penyedot minyak tidak terawat dan terpelihara dengan baik, jumat(19/2/1) dua dari tiga pompa minyak milik PT Chevron tersebut tidak berfungsi atau rusak.
SIAK, jelajahriau.com – Sudah lebih satu tahun lokasi pemboran minyak PT Chevron di Simpang Perawang Kel Minas Jaya, Kec Minas Kab Siak, di blokir warga. Akibatnya Tiga pompa penyedot minyak tidak terawat dan terpelihara dengan baik, jumat(19/2/1) dua dari tiga pompa minyak milik PT Chevron tersebut tidak berfungsi atau rusak.


Hal itu di terangkan oleh warga simpang perang yang tinggalnya berbatasan lansung dengan Pompa minyak PT Chevron yang rusak tersebut kepada jelajahriau.com melalui telpon genggamnya.


“ beberapa waktu lalu, dua dari tiga pompa minyak PT Chevron yang beroperasi di simpang perawang lokasi 8D 33 dan 8D 42 mengalami ke rusakan, akibatnya pompa tersebut tidak dapat memproduksi minyak mentah.” Ujar Toni, warga simpang perawang yang tinggal berbatasan lansung dengan sumur minyak tersebut.


“ saya ketahui pompa minyak itu rusak, sewaktu saya tanya kan kepada karyawan PT Chevron yang akan memasuki lokasi sumur minyak itu, karena akan masuk kelokasi melewati tanah saya” terangnya.


Lanjutnya,” karyawan yang akan mau ke lokasi sumur itukan harus minta izin terlebih dahulu kepada saya, karena akses jalan menuju ke sumur minyak itu saya blokir.” Beber Toni.


Pemblokiran akses jalan tersebut di sebabkan oleh PT Chevron belum mengganti rugi kebun sawit dan kolam ikan miliknya yang terkena limbah PT Chevron pada tahun 2006 lalu.


“ hingga saat ini PT Chevron belum juga mengganti rugi kabun sawit dan kolam ikan saya yang mati dan rusak di sebabkan oleh limbah PT Chevron, peristiwa itu terjadi sewaktu mereka melakukan pemboran minyak pada tahun 2006 silam.” Jelas toni kesal.


" dan Kasus ini sudah di coba di mediasi oleh Komnas Ham RI dari Jakarta beberapa waktu lalu, tetapi pihak perusahan tidak ada etikat baik mau mengganti ruginya." tuturnya.


Namun di sayangkan pihak PT Chevron belum dapat di hubungi terkait permasalahan itu.(tim jrc)

Berita Terkait