NEWS UPDATE

Hina Pancasila, Indonesia Hentikan Sementara Kerja Sama Militer dengan Australia

Tim JRC 05 Januari 2017 | 16:21:41 | Dibaca : 324 Kali Internasional
Keterangan Gambar : Kopassus di Gladi Bersih HUT TNI ke-69. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

Pemerintah Indonesia menghentikan sementara semua kerja sama militer dengan Australia. Hal ini terjadi setelah personel Kopassus menemukan “suatu tampilan” yang dianggap menghina Indonesia yang terpampang di sebuah Akademi Pasukan Khusus (SAS) Australia di Perth tempat mereka berlatih bersama dengan pasukan komado setempat Desember 2016 lalu.


Jakarta, Jelajahriau--Pemerintah Indonesia menghentikan sementara semua kerja sama militer dengan Australia. Hal ini terjadi setelah personel Kopassus menemukan “suatu tampilan” yang dianggap menghina Indonesia yang terpampang di sebuah Akademi Pasukan Khusus (SAS) Australia di Perth tempat mereka berlatih bersama dengan pasukan komado setempat Desember 2016 lalu.


Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Wuryanto, mengatakan kerja sama militer kedua negara ditunda sementara sampai dengan waktu yang belum ditentukan.


"Ya benar kerja sama ini secara efektif dihentikan. Karena ada masalah teknis yang harus diperbaiki," kata Wuryanto, seperti dikutip situs ABC.net.au, Rabu 4 Januari 2017.


Kendati demikian, Wuryanto enggan menjelaskan lebih detail masalah teknis yang dimaksud. Ia hanya mengatakan bahwa ada pasang surut dalam setiap kerja sama antara dua negara kekuatan regional.
"Sesuatunya harus disempurnakan. Karena kerja sama itu pada dasarnya harus menguntungkan kedua belah pihak," ungkapnya.


Tidak dijelaskan pula berapa lama penghentian sementara ini berlaku, dan mempengaruhi kerja sama latihan militer bersama ke masa depan antara Indonesia dan Australia.


Isu yang beredar, seorang instruktur Komando Pasukan Khusus TNI-AD merasa terhina oleh suatu tampilan yang dipajang di fasilitas khusus tersebut. Materi itu dianggap merendahkan dasar negara Indonesia, Pancasila. Namun belum pasti apakah hal tersebut yang membuat kerja sama ini dibekukan. Pihak militer Indonesia belum memberikan keterangan terkait hal ini.


Sebelumnya, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, pernah mengambil langkah tegas atas aksi penyadapan yang dilakukan Badan Intelijen Australia.


Yakni, menghentikan sejumlah kerja sama yang selama ini sudah terjalin pada 20 November 2013. Penghentian kerja sama ini bersifat sementara, sambil menunggu penjelasan resmi dari Pemerintah Australia soal penyadapan. (Tim/Jrc)

Berita Terkait