NEWS UPDATE

PT Arara Abadi Penuhi Panggilan DPRD Pelalawan Terkait Abrasi Sungai Kampar

Tim JRC 06 April 2017 | 07:17:08 | Dibaca : 172 Kali Pelalawan
Keterangan Gambar : DPRD Pelalawan Laksanakan Hearing Dengan PT Arara Abadi Terkait Abrasi Pantai Sepanjang Aliran Sungai Kampar Desa Labuhan Bilik Kec Teluk Meranti

PELALAWAN, jelajahriau.com Dirasa permasalahan yang menyebabkan terjadinya Abrasi di sepanjang aliran Sungai Kampar di Kecamatan Teluk Meranti sangat besar, gabungan Komisi I,II dan III DPRD Pelalawan lakukan hearing dengan pihak Pimpinan PT Arara Abadi(PT AA) di gedung DPRD Pelalawan, selasa(4/4/2017).

PELALAWAN, jelajahriau.com – Dirasa permasalahan yang menyebabkan terjadinya Abrasi di sepanjang aliran Sungai Kampar di Kecamatan Teluk Meranti sangat besar, gabungan Komisi I,II dan III DPRD Pelalawan lakukan hearing dengan pihak Pimpinan PT Arara Abadi(PT AA) di gedung DPRD Pelalawan, selasa(4/4/2017).


Rapat di Pimpin oleh Wakil I DPRD Pelalawan Suprianto, dan terlihat hadir ketua Komisi I, II dan III. Serta puluhan anggota dewan.


Terjadinya Abrasi di sepanjang aliran Sungai Kampar di Desa Labuhan Bilik Kecamatan Teluk Meranti, Kab Pelalawan. di duga di sebabkan oleh hilir mudiknya Kapal Ponton(tongkang) bermuatan kayu milik PT Arara Abadi berbobot ribuan ton di areal itu.


Tidak hanya itu, kapal dan ponton pengangkut kayu milik PT AA juga bersandar atau di tambatkan disekitaran areal abrasi untuk mengisi muatan.



Foto: Dari Tengah Anggota DPRD Pelalawan Indra Mansyur  S.sos Partai Golkar


Menurut Wakil Ketua DPRD Pelalawan Supriyanto, Abrasi yang terjadi di sepanjang aliran sungai Kampar telah berlansung lama, di perkirakan Abrasi atau rubuhnya tebing pantai sungai Kampar tersebut telah mencapai 50 hingga 100 Meter.


“ Abrasi di sepanjang aliran sungai Kampar telah berlansung lama, saya perkirakan abrasi sudah mencapai 50 hingga 100 meter.” Terang Suprianto wakil ketua DPRD Pelalawan.


jelasnya lagi.“ PT AA kita panggil untuk di mintai penjelasan terkait aktifitas kerjanya di daerah Abrasi sungai kampar.” Ujar Suprianto kepada jelajahriau.com usai hearing dengan PT AA.


Untuk memastikan apakah kerusakan lingkungan di sebabkan oleh aktifitas PT AA atau bukan, Anggota DPRD Pelalawan dan Badan Lingkungan Hidup(BLH) Kab Pelalawan dalam waktu dekat akan turun lansung mengecek lokasi.   


Marhalim dan Irwansyah perwakilan dari PT Arara Abadi yang hadir dihearing itu mendukung rencana anggota Dewan tersebut, malahan PT AA siap kapan mendampingi Tim turun kelokasi.


Saat salah satu anggota dewan mempertanyakan beroperasinya PT Arara Abadi di Desa Labuhan Bilik apakah telah mengantongi izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UPL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL), pihak perusahan belum memilikinya. (tim jrc)


 

Berita Terkait