NEWS UPDATE

Hingga Kini Belum Diketahui Apa Penyebab Puluan Ekor Sapi Warga Inhu Mati Mendadak

Tim JRC 19 Oktober 2017 | 13:41:05 | Dibaca : 59 Kali Inhu
Keterangan Gambar :

Warga petani ternak sapi di beberapa Kecamatan di Kabupaten Inhu resah dengan adanya kejadian ternak sapi mati secara mendadak, Peristiwa ternak sapi mati mendadak sejak awal bulan Agustus 2017 hingga sekarang belum di ketahui apa penyebabnya ternak sapi bisa mati mendadak.

Rengat, Zamrudtv --Warga petani ternak sapi di beberapa Kecamatan di Kabupaten Inhu resah dengan adanya kejadian ternak sapi mati secara mendadak, Peristiwa ternak sapi mati mendadak sejak awal bulan Agustus 2017 hingga sekarang belum di ketahui apa penyebabnya ternak sapi bisa mati mendadak.


Informasi yang berhasil dihimpun Jelajahriau.com, kematian sapi secara misterius terjadi di sejumlah Kecamatan, di antaranya di kecamatan Kelayang, Rakitkulim dan Lubuk Batu Jaya.


Untuk penyebab kematian ratusan ternak sapi hingga kini masih menjadi pertanyaan besar oleh warga pemilik sapi.


Dugaan sementara, kematian sapi secara mendadak itu akibat keracunan atau diracuni, karena beberapa sapi yang sempat dilakukan pemeriksaan oleh pemiliknya menunjukan bagian usus sapi rusak dan mengalami pendarahan yang hebat di bagian hidung dan anus.


“Untuk itu, masyarakat minta pihak terkait melakukan penyelidikan lebih lanjut, apakah sapi-sapi itu benar mati karena penyakit atau karena keracunan atau sengaja diracuni oleh sindikat”, harap mereka.


Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Lubuk Sitarak, Kecamatan Rakitkulim, Khairudin. Menurutnya, dari laporan masyarakat, ada kekhawatiran penyebab kematian sapi tersebut diduga sengaja diracun. Namun ia tidak memastikan hal tersebut sebelum ada buktinya.


Untuk itu ia berharap agar pihak terkait segera melakukan penyelidikan. Akibat kematian sapi ini, tambahnya setiap warga pemilik sapi mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Karena selain kerugian disebabkan sapi mati juga sapi-sapi yang masih sehat dijual ke pembeli dengan harga yang rendah. Sebab para pembeli sapi mengambil kesempatan, kasihan mereka peternak."(Jumadi)

Berita Terkait