NEWS UPDATE

Terdakwa Sebut Pembuatan AJB ke Saksi Mantan BPN, Rp 10 Juta

Tim JRC 02 November 2017 | 18:46:39 | Dibaca : 56 Kali Hukum
Keterangan Gambar : Terdakwa

Sarpius Sa Id (Mamak) saksi dalam perkara pemalsuan Akte Jual Beli (AJB) yang bergulir di PN (Pengadilan Negeri) Rengat kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) akhirnya hadir dalam sidang lanjutan Rabu (1/11/2017).

Rengat, Jelajahriau---Sarpius Sa Id (Mamak) saksi dalam perkara pemalsuan Akte Jual Beli (AJB) yang bergulir di PN (Pengadilan Negeri) Rengat kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) akhirnya hadir dalam sidang lanjutan Rabu (1/11/2017).


Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Tiwik SH,M.Hum dan didampingi oleh Petra Jeni Siahaan SH,MH dan Maharani D Manulang SH,MH terungkap bahwa saksi mengaku membantu terdakwa Syafrizal untuk membuatkan Akte Jual Beli.


"Syafrizal datang kepada saya dan mengatakan bahwa dirinya membeli sebidang tanah atas nama Rubinem dan meminta balik nama atas nama Syafrizal," terangnya.


Selanjutnya saksi menyerahkan Blangko kepada Syafrizal untuk ditandangani oleh fihak-fihak penjual dan pembeli, setelah ditanda tangani blangko tersebut diserahkan kepada Notaris (PPAT) untuk dibuatkan AJB.


"Syarat untuk pembuatan AJB adalah Sertifikat,PBB tahun berjalan, dan KTP para fihak penjual dan pembeli, hal ini dipenuhi oleh Syafrizal," terangnya lagi.


Selanjutnya semua persyaratan tersebut diserahkan kepada PPAT (Notaris) YA di Rengat, setelah ditanda tangani oleh kedua belah fihak lalu dibuat sertifikat balik nama hal ini tanpa dihadiri oleh penjual.


Hal ini dipertanyakan oleh Ketua Majelis Hakim Tiwik SH,M.Hum kepada Saksi, apakah jika fihak penjual tidak hadir AJB bisa dibuatkan sedangkan kebenaran dari tanda tangan tersebut diragukan kebenarannya.


"Hal inilah sampai akhirnya bermasalah karena Rubinem tidak pernah menjual dan menanda tangani surat jual beli tersebut," ujar Tiwik.


Selanjutnya Majelis bertanya kepada terdakwa Syafrizal apakah terdakwa setuju dengan keterangan yang disampaikan oleh saksi Sarpius Sa Id alias mamak.


Dalam kesempatan tersebut Syafizal membantah jika dirinya ada menerima blangko dari saksi Sarpius, dan untuk pengurusan AJB dan balik nama sertipikat Rp 10 juta per surat, untuk sementara keterangan lainnya dibenarkan," singkatnya.


Sidang ditutup dan akan dilanjutkan pada Rabu (8/11/2017) dengan menghadirkan saksi dari fihak Notaris (PPAT)," (Jumadi/JRC)

Berita Terkait