NEWS UPDATE

LMA Inhu Soroti BB Lima Terdakwa Bandar Narkoba, Ivan Adong cs Berkurang

Tim JRC 23 Februari 2019 | 12:55:41 | Dibaca : 57 Kali Hukum
Keterangan Gambar : Bandar Narkoba Inhu Ivan Adong CS

INHU,jelajahriau.com -- Agenda sidang kedua saksi pemberian saksi kelima terdakwa bandar narkoba Ivan Adong cs di soroti oleh Laskar Macan Asia (LMA) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, Pasalnya, dalam persidangan barang bukti (BB) narkoba yang di terangkan hanya 0,1,6 gram dan 2, Sementara dari keterangan pihak kepolisian waktu penangkapan BB narkoba sebanyak 13 bungkus dengan berat 7 gram.

INHU,jelajahriau.com -- Agenda sidang kedua saksi pemberian saksi kelima terdakwa bandar narkoba Ivan Adong cs di soroti oleh Laskar Macan Asia (LMA) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, Pasalnya, dalam persidangan barang bukti (BB) narkoba yang di terangkan hanya 0,1,6 gram dan 2, Sementara dari keterangan pihak kepolisian waktu penangkapan BB narkoba sebanyak 13 bungkus dengan berat 7 gram.


" Ada apa ini...dalam perkara kasus narkoba lima terdakwa Ivan Adong cs dalam persidangan BB yang di sebut-sebut hanya 0,16 gram milik Ivan Adong yang didapatkan dari dompetnya dan BB 2 gram milik terdawak Rudi yang diperoleh dari Ivan Adong.


Sementara BB shabu lainnya kemana, Karena dalam pemeriksaan di Polres Inhu BB shabu sebanyak 13 bungkus dengan berat 7 gram,"terang Hatta Munir. ketua LMA Kabupaten Inhu.


Seperti yang kita baca di beberapa media cetak mau pun online, bahwa saat pengkapan Polisi temukan BB berupa shabu sebanyak, 13 (tiga bungkus) bungkus yang diduga narkotika jenis shabu dengan berat 7 gram. 1 (Satu) unit HP NOKIA. 1 (Satu) buah bong, 1 (satu) buah mancis. 1 (satu) pak plastik pembungkus. 1 (satu) buah kaleng mentos. 1 (satu) buah pipet, 1 (satu) buah jarum dan Uang Rp.1.000.000 (satu juta rupiah),” sebut Hatta Munir.


Adanya perbedaan BB dalam persidangan dan BB saat penangkapan ini patut di curigai, sambung Hatta Munir.


Apa lagi belakangan ini ada isu-isu miring praduga makelar kasus (Markus,,red) atau praduga penyuapan dalam perkara lima terdakwa bandar narkoba Ivan Adong cs.


Masih kata Hatta Munir, Kita akan terus pantau proses perkara lima terdakwa bandar narkoba Ivan Adong cs hingga selesai, Apa bila nanti ada di temukan kejanggalan selama proses hukum, kita akan laporkan,"tegas Hatta Munir.


Di tambahkan Hatta Munir, Untuk menekan peredaran narkoba di wilayah Inhu, kita berharap di tahun 2019 ini penegak hukum kepolisian, kejaksaan mau pun Pengadilan untuk dapat memproses sesuai prosedur atau SOP. Bila perlu bandar, pengedar, kulir mau pun pemakai di hukum setinggi-tingginya.


Karena, barang haram yang mereka edarkan tidak saja merusak generasi muda, Tapi, juga membunuh ratusan dan ribuan jiwa manusia. Selain itu juga tingkat kejahatan meningkat, seperti Perampokan, Pencurian, Perbuatan cabul dan lainnya, dan rata-rata pelaku mengkonsumsi narkoba."pungkas Hatta Munir."(Heri)

Berita Terkait