NEWS UPDATE

Minta Kembalikan Lahan Dari PT Ivo Mas, Ratusan Suku Sakai Kandis Demo Ke Kantor Gubenur Riau

Tim JRC 11 Maret 2019 | 23:30:56 | Dibaca : 142 Kali Pekanbaru
Keterangan Gambar : Suku Sakai Kandis Demo Ke Kantor Gubri

PEKANBARU, jelajahriau.com – Ratusan warga Suku Sakai yang berasal dari Kecamatan Kandis Kab Siak lakukan aksi demo di depan kantor Gubenur Riau, Senin(11/2/2019). Mereka meminta Pemerintah Provinsi Riau untuk mendesak PT Ivo Mas mengembalikan lahan mereka yang di kuasai oleh perusahan Group Sinar Mas.

PEKANBARU, jelajahriau.com – Ratusan warga Suku Sakai yang berasal dari Kecamatan Kandis Kab Siak lakukan aksi demo di depan kantor Gubenur Riau, Senin(11/2/2019). Mereka meminta Pemerintah Provinsi Riau untuk mendesak PT Ivo Mas mengembalikan lahan mereka yang di kuasai oleh perusahan Group Sinar Mas.


Perjuangan Batin majo lelo dan batin belutu Suku Sakai untuk mengambil kembali hak hak mereka berupa lahan seluas 6800 Hektar dari PT Ivo Mas bukan kali ini saja, mulai sejak dari tahun 2011 hingga saat ini masih belum menemukan titik terang.


Pagar Kantor Gubenur Riau yang tinggi tidak menyurutkan langkah Suku asli Riau untuk berjuang mengembalikan lahan mereka dari PT Ivo Mas.


Tiga ratus (300 warga-red) orang dewasa dan anak anak ikut serta dalam aksi demo tersebut. Kepada jelajahriau.com di depan kantor Gubenur Riau perwakilan Suku sakai mengatakan,”kami berharap aksi kami kali ini terketuk lah hati pak Gubenur Riau untuk menerima kami dan mendengarkan aspirasi dari kami ini.”ujar Dika Korlap Aksi.


“sebetulnya permasalahan kami dengan PT Ivo Mas sudah di ketahui dengan jelas oleh pak Syamsuar, dimana waktu itu beliau menjabat sebagai Bupati Siak,”bebernya.


“malahan pak Syamsuar pernah berjanji kepada kami, Tunggu saya menjadi Gubenur Riau permasalahan kami ini akan di tuntaskannya.” Di jelaskan Dika dengan rawut wajah penuh harap.   


“Kami kemari menagih janji pak syamsuar dan sekaligus menyerahkan data tanah kami yang di serobot perusahan.”tutur.


Pihak perusahan PT Ivo Mas tidak dapat di hubungi hingga berita ini di turunkan.(dod)


 

Berita Terkait