NEWS UPDATE

KPK Hadiahi Rapor Merah Terhadap Kinerja Pemkab Pelalawan

Tim JRC 26 April 2019 | 21:00:39 | Dibaca : 502 Kali Pelalawan
Keterangan Gambar : Internet

PELALAWAN, jelajahriau.com – Hasil dari pantauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan hampir dua tahun belakangan ini turun draktis, kini kinerja Kab Pelalawan berada di posisi nomor dua terburuk Se- Riau setelah Kota Dumai.

PELALAWAN, jelajahriau.com – Hasil dari pantauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan hampir dua tahun belakangan ini turun draktis, kini kinerja Kab Pelalawan berada di posisi nomor urut dua terburuk Se- Riau setelah Kota Dumai.


Pada tahun 2017 tata kelola Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pelalawan sempat membaik, namun pada tahun 2018 kinerja Pemkab Pelalawan turun draktis. Terjadinya penurunan kinerja Pemkab Pelalawan di tahun 2018 menurut KPK di hadapan Bupati Pelalawan HM Harris, Sekda Pelalawan T Mukhlis beserta Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Davidson dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pelalawan Drs Edi Suriandi di lantai dua ruang rapat kantor Bupati Pelalawan di karenakan aset daerah yang masih di kuasai oleh mantan pejabat dan Manegemen Sember Daya Manusia(SDM) yang masih kurang serta pelayanan terpadu yang belum ter koneksi.


“yang menjadi catatan kita dalam pembahasan tadi adalah mengenai aset Pemda, dimana mobil pemda yang masih di kuasai oleh mantan pejabat yang seharusnya sudah di kembalikan ke Pemkab Pelalawan. Dan terkait tambahan penghasilan pegawai yang mana persyaratannya belum terpenuhi, seperti belum adanya evaluasi jabatan.” Terang Bu Ida, Kepala Satuan Tugas Pencegahan Korupsi (Kasatgas) Wilaya Dua Kepada jelajahriau.com.


Masih banyaknya ke kurangan di sana sini tata kelola Pemda Pelalawan, KPK menurunkan angka skor Pemda Pelalawan dari 91 ke skor 61.


“Pelalawan Skornya pada tahun 2017 sudah cukup baik, nilai skornya 91 dari 100 nilai tertinggi. Namun pada tahun 2018 terjadi penurunan yang sangat signifikan skornya hanya tinggal 61.”Terangnya.


“Yang membuat turun skor itu adalah belum adanya intergrasi antara E-Planning dan E-Bugdeting dan Pelayanan terpadunya.” Paparnya.(tim jrc)

Berita Terkait