NEWS UPDATE

Dirut BUMD Pelalawan Di Jabat Mantan Koruptor, KPK Pertanyakan Rekrutmennya

Tim JRC 26 April 2019 | 23:23:37 | Dibaca : 211 Kali Pelalawan
Keterangan Gambar : Bu Ida, Kepala Satuan Tugas Pencegahan Korupsi (Kasatgas) Wilaya Dua KPK

PELALAWAN, jelajahriau.com -- Pengangkatan Ir HM Syafri Msi sebagai Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemda Pelalawan pada pertengahan bulan Desember 2018 menjadi tanda tanya besar bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya,pada tahun 2014 Ir HM Syafri Msi pernah mendekam 1 tahun di penjara terkait Kasus dugaan Korupsi Kredit Fiktif Bank Perkreditan Rakyat (KPR) Sari Madu milik Pemkab Kampar senilai 3,9 Miliar.

PELALAWAN, jelajahriau.com --  Pengangkatan Ir HM Syafri Msi sebagai Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) oleh Bupati Pelalawan HM Harris pada pertengahan bulan Desember 2018 menjadi tanda tanya besar bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya,pada tahun 2014 Ir HM Syafri Msi pernah  mendekam 1 tahun di penjara terkait Kasus dugaan Korupsi Kredit Fiktif Bank Perkreditan Rakyat (KPR) Sari Madu milik Pemkab Kampar senilai 3,9 Miliar.     


Terkait hal itu, saat di konfirmasi jelajahriau.com kepada KPK pada hari kamis(25/4/2019), pihak KPK belum mengetahui informasi adanya pengangkatan mantan Koruptor menjabat Direktur Utama(Dirut) BUMD Tuah Sekata, malahan KPK kembali bertanya bagaimana bisa mantan koruptor  lolos di saat di lakukan pengrekrutan. KPK juga mempertanyakan bagaimana proses rekrutmen Direktur BUMD Tuah Sekata pada waktu itu, prosesnya apakah telah melalui Panitia Seleksi (Pansel).


“Sekarang proses rekrutmennya dulu yang kita lihat, apa kah sudah melalui pansel." Terang Bu Ida, Kepala Satuan Tugas Pencegahan Korupsi (Kasatgas) Wilaya Dua KPK.


Lanjutnya,“Intinya untuk menjadi pejabat daerah harus melalui persyaratan yang di tetapkan dan semua syarat harus terpenuhi, dan KPK meminta jangan yang pernah terlibat korupsi.”


Untuk menindak lanjuti mantan koruptor di beri jabatan Dirut BUMD KPK akan memperlajari kasusnya.“Kita akan pelajari dulu, seperti apa sih aturannya.” Tutup Bu Ida.


Panitia Seleksi (Pansel) di Ketui oleh Sekretaris Daerah(Sekda) T Mukhlis, Anggota Atmonadi. (tim jrc)

Berita Terkait