NEWS UPDATE

Gugatan Kepada PT Gandaerah Hendana Di Tolak PN Pelalawan, Warga Ukui 2 Lakukan Banding Ke PT Pekanbaru

Tim JRC 01 Mei 2019 | 16:42:50 | Dibaca : 137 Kali Pelalawan
Keterangan Gambar : Ketua PN Pelalawan Lakukan Sidang Di Lapangan Di Perkebunan PT Gandaerah Hendana Kec Ukui

PELALAWAN, jelajahriau.com – Upaya masyarakat Kecamatan Ukui 2 untuk mendapatkan keadilan di Pengadilan Negeri Pelalawan Kandas, PN Pelalawan tolak keseluruhan gugatan warga Ukui 2 kepada perusahan perkebunan kelapa sawit PT Gandaerah Hendana terkait permasalahan perusakan lingkungan hidup.

PELALAWAN, jelajahriau.com – Upaya masyarakat Kecamatan Ukui 2 untuk mendapatkan keadilan di Pengadilan Negeri Pelalawan Kandas, PN Pelalawan tolak keseluruhan gugatan warga Ukui 2 kepada perusahan perkebunan kelapa sawit PT Gandaerah Hendana terkait permasalahan perusakan lingkungan hidup.


Warga Ukui 2 melalui pengacaranya kepada jelajahriau.com senin(29/4/2019) di gedung PN Pelalawan membenarkan seluruh gugatan mereka di tolak oleh Majlis Hakim.


Sidang antara warga Ukui 2 dengan PT Gandaerah Hendana di Ketuai lansung oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Nelson Pelalawan Angkat SH MH, hakim anggota Nurrahmi SH MH dan Ria Ayu Rosalin SH MH.


“Di amar putusannya majlis hakim Pengadilan Negeri Pelalawan menerangkan bahwasannya, PT Gandahera Hendana Tidak terbukti melakukan pencemaran Lingkungan, dan majlis hakim menolak seluruh gugatan kita.”jelas Fathra Fahasta, SH MH Pengacara Warga Ukui 2.  


Warga Ukui 2 di wakili oleh pengacaranya kecewa dengan putusan Majlis Hakim PN Pelalawan, pengacara menilai majlis hakim salah paham dengan gugatanya.“Yang kita gugat itu bukan pencemarannya, tetapi perusakan sungainya atau pengalih fungsian sungai itu. Atas dasar itu lah kita sekarang melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru.” Terang Fathra Fahasta, SH MH Pengacara Warga Ukui 2.  


Lanjutnya,“Yang kita tuntun itu adalah pihak perusahan untuk melakukan normalisasi kembali sungai dan perusahan di minta mengganti rugi kepada nelaya sebanyak 10 Miliar akibat kerusakan sungai sejak tahun 2013,dimana yang selama ini sungai itu menjadi tempat mereka mencari nafkah.”  Jelas Farasta Hasta SH MH Pengacara Warga Ukui 2.  


Sama sama di ketahui pada tahun 2017 PT Gandaerah Hendana di duga kuat membuang tanda kosong sawit(Tangkos) ke Sungai Andan dan Sungai Ukui. Dan perusakan lingkungan yang di duga di lakukan oleh PT Gandaerah Hendana pernah jadi perhatian oleh Ketua DPRD Pelalawan.


Di tempat terpisah Humas PT Gandaerah Hendana via telponnya mengatakan, pihaknya saat ini hanya menunggu apa keputusan warga.”kita sekarang ini sifatnya menunggu upaya apa yang di lakukan warga.”beber Hendri Humas PT Gandaerah Hendana.


“dan kami telah melakukan apa yang di arahkan Badan Lingkungan Hidup(BLH), dalam arahannya BLH meminta untuk di lakukan Narmalisasi sungai dan sudah kami ikuti.”tutupnya.(tim jrc)

Berita Terkait