NEWS UPDATE

Dalam Dekat Kejaksaan Pelalawan Tetapkan Tersangka dugaan Korupsi BBM Rp 8,7 M Dinas PUPR

Tim JRC 26 Oktober 2019 | 20:30:43 | Dibaca : 266 Kali Pelalawan
Keterangan Gambar : Nophy Tennophero Suoth SH MH, Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan.

Pelalawan, jelajahriau.com – Setelah melakukan pemeriksaan secara meraton pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebanyak 14 orang, Kejaksaan Pelalawan kini telah mengantongi beberapa nama untuk di tetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi pembelian Bahan Bakar Minyak(BBM) pada TA 2015 dan 2016 Rp 8,7 Miliar.

Pelalawan, jelajahriau.com – Setelah melakukan pemeriksaan secara meraton pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebanyak 14 orang, Kejaksaan Pelalawan kini telah mengantongi beberapa nama untuk di tetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi pembelian Bahan Bakar Minyak(BBM) pada TA 2015 dan 2016 Rp 8,7 Miliar.


Saat di konfirmasi jelajahriau.com kepada Kepala kejaksaan Pelalawan, jumat(25/10/19) via selulernya, beliau masih merahasiakan nama nama yang akan di tetapkan sebagai tersangka,” yang pasti dalam waktu dekat ini akan kita umumkan siapa siapa tersangkanya.” Terang Nophy Tennophero Suoth SH MH, Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan.


Siapa yang bertanggung jawab penuh terkait kasus dugaan korupsi di Dinas PUPR Pelalawan masih di dalami oleh kejaksaan Pelalawan,”Yang bertanggung jawab masih kami dalami, cuman dari Bidang dulu, Kalau dulu namanya Bidang Jasa Kontruksi,”jelas Nophy Tennophero Suoth SH MH, Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan.


Kejaksaan Pelalawan juga telah mengelurakan surat perintah penyidikan,“ kita juga sudah mengeluarkan Surat perintah penyidikan pada tanggal 15 Oktober 2019,”terang Kejari.(tim jrc)

Berita Terkait