NEWS UPDATE

Proyek Dinas PUPR Banyak Gagal Lelang, Di Duga Dinas PUPR Tidak Serius Melaksanakan Kegiatan

Tim JRC 10 Desember 2019 | 10:50:55 | Dibaca : 174 Kali Hukum
Keterangan Gambar : Arif Rifani, Kabag BPBJ Kab Pelalawan

Pelalawan, jelajahriau.com – Tahun 2019 banyak Proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang gagal lelang, hal tersebut dapat kita lihat dari data yang di rilis oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa( BPBJ) atau sebelumnya di sebut Unit Layanan Pengadaan (ULP) kantor Bupati Pelalawan. Selasa ( 10/12/19).

Pelalawan, jelajahriau.com – Tahun 2019 banyak Proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang gagal lelang, hal tersebut dapat kita lihat dari data yang di rilis oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa( BPBJ) atau sebelumnya di sebut Unit Layanan Pengadaan (ULP) kantor Bupati Pelalawan. Selasa ( 10/12/19).


Proyek yang gagal lelang merupakan proyek vital yang sangat di butuhkan oleh masyarakat Pelalawan, seperti Pembangunan Jembatan Trimulya Jaya-Air hitam Kec. Ukui Jembatan Nilai Proyek Rp 7 Miliar,  Dua(2) Buah Paket Tempat Ibadah ( rumah seluk ) Di Kec Pangkalan Kuras Nilai Proyek Rp 500 Juta dan Tiga (3) Paket Rumah Suluk Kec Teluk Meranti Nilai Proyek Rp 7 Miliar, Pemeliharaan Jalan Dalam Kota Pangkalan Kuras (Paching / Recond dan Overley) Nilai Proyek Rp 4,6 Miliar, Pemeliharaan Jalan Poros Bukit Lembah Subur Kecamatan Kerumutan (Paching / Recond dan Overley) Nilai Proyek Rp 2,3 Miliar dan terakhir Pengawasan Teknis Pemeliharaan Jalan Dalam Kota Pangkalan Kuras, Kec. Pangkalan Lesung dan Kec Kerumutaun (Paching / Recond dan Overley) dengan nilai Rp 280 Juta. Total seluruh proyek gagal lelang Rp 21,68 Miliar.


Gagal lelang ke seluruhan Proyek Dinas PUPR tersebut di sebabkan oleh keterlambatan Dinas PUPR memasukan Dokumen Proyek yang akan di lelang ke BPBJ, rata rata proyek Dinas PUPR yang di daftakan ke BPBJ pada akhir akhir tahun( pada Bulan Agustus dan Oktober). Sebelum Proyek tersebut di lelang, BPBJ butuh waktu satu bulan untuk mempelajari Dokumen dari PUPR, dan kalau pun proyek itu berhasil di lelang dan ada  pemenangnya kemungkinan besar proyek sulit untuk selesai 100 persen karena waktu pengerjaannya hanya tinggal menghitung hari.


“Dokumen masuk pada bulan Agustus dan Oktober, sebelum di lelang, kita mempelajari dahulu kelengkapan Dokumen, waktunya paling lama satu bulan. Setelah semuanya klir.”Terang Arif Rifani, Kabid BPBJ Kantor Bupati Pelalawan kepada jelajahriau.com senin(9/12/19).


BPBJ tidak mengerti kenapa begitu lama Dinas PUPR memasukan Dokumen lelang ke kantornya,”kita di sini sifatnya menunggu, masuk Dokumen dari Dinas Dinas kita Proses, tetapi sebelumnya kita jauh jauh hari sudah menyurati Dinas Dinas agar cepat mengirimkan Dokumen proyek yang akan di lelang. Tapi iya ini lah hasilnya.” Pungkas Arif Rifani, Kabid BPBJ Kantor Bupati Pelalawan.


Dari lambatnya pengiriman Dokumen Proyek, Di duga Dinas PUPR kurang serius untuk melaksanakan proyek tersebut, akibat masyarakat Pelalawan yang membutuhkan kegiatan itu di rugikan.


“kami kecewa dengan gagal lelang Proyek di Dinas PUPR itu, kami sangat membutuhkan proyek itu, akibat gagal proyek kini Infastruktur di kampung kami terlambat dari daerah lain.”beber Anto warga Pangkalan kerinci. (tim jrc)

Berita Terkait