NEWS UPDATE

Ketua LMB Kab Pelalawan Hadir Di PN Pelalawan Sebagai Saksi Terkait Dugaan Penipuan oleh Oknum Kepsek TK

Tim JRC 13 Desember 2019 | 15:36:19 | Dibaca : 444 Kali Hukum
Keterangan Gambar : Mardianto(kiri), Ketua LMB Kab Pelalawan

Pelalawan, jelajahriau.com – Ketua Ormas Lembaga Melayu Bersatu (LMB) Kab Pelalawan hadir di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan sebagai saksi terkait kasus penipuan di duga di lakukan oleh Oknum Kepala Sekolah Taman Kanak Kanak (Kepsek TK) di BTN Lama, Kota Pangkalan Kerinci, Kab Pelalawan, Riau. Jum at( 13/12/19).

Pelalawan, jelajahriau.com – Ketua Ormas Lembaga Melayu Bersatu (LMB) Kab Pelalawan hadir di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan sebagai saksi terkait kasus penipuan di duga di lakukan oleh Oknum Kepala Sekolah Taman Kanak Kanak (Kepsek TK) di BTN Lama, Kota Pangkalan Kerinci, Kab Pelalawan, Riau. Jum at( 13/12/19).


Selain sebagai saksi, Mardianto Ketua LMB Kab Pelalawan juga pelapor dalam kasus dugaan penipuan yang menyeret Siti Fitri Oknum Kepsek TK di BTN Lama kebangku pesakitan di PN Pelalawan.


Dalam ke saksiannya( Mardianto-red), Di Depan ketua majlis hakim Nur Rahmi SH dan anggota I Rahmad Hidayat SH, Anggota II Joko Sutanto SH, dan Jaksa Penuntut Umum(JPU) Bela SH mengatakan, dirinya merasa tertipu oleh terdakwa Siti Fitri sebanyak Rp 833 Juta.


Di jelasnya Mardianto, awalnya pada Bulan Desember 2018 diri di ajak bergabung oleh terdakwa dengan menanamkan modal di proyek Provinsi Riau berupa Paket pengadaan alat alat peraga sekolah, paket baju dan piala piala, saksi akan di beri ke untungan 40 persen dari modal, di iming imingi ke untungan yang cukup besar Mardianto pun tertarik. Tidak berselang lama saksi memberikan modal kepada terdakwa(Siti Fitri-red) Rp 833 Juta secara bertahap, Uang yang di serahkan oleh saksi tidak semuanya memiliki kwitansi.


Sudah beberapa bulan modal dan ke untungan tidak di dapat, saksi mencoba menghubungi terdakwa, namun tidak ada kepastian dari terdakwa, Mardianto melaporkan terdakwa dengan pasal 378 penipuan.


Terdakwa, Siti Fitri membantah kalau dirinya melakukan penipuan, menurutnya, uang yang di terimanya dari Mardianto telah di serahkannya kepada bos nya yang berada di Pekanbaru. Namun sejak kasus itu bergulir, bos yang di sebut sebut Siti Fitri hilang tidak tahu rimbanya.(tim jrc)

Berita Terkait