NEWS UPDATE

Bayi Penderita Gizi Buruk Akhirnya Meninggal di RSUD Selasih Kab Pelalawan

Tim JRC 12 Januari 2020 | 18:26:22 | Dibaca : 384 Kali Nasional
Keterangan Gambar : Dedi Aswandi, Mengantarakan Bayi Gizi Buruk Ke RSUD Selasih Kab Pelalawan, Riau.

Pelalawan, jelajahriau.com – Sempat di rawat di rumah sakit selama 5 hari, Arsyany kaila fitri Bayi berumur 10 Bulan penderita gizi buruk minggu sekitar jam 01.05 wib menghembuskan nafas terakhirnya di ruang anak Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Selasih Kab Pelalawan. Riau. Minggu(12/1/2020).

Pelalawan, jelajahriau.com – Sempat di rawat di rumah sakit selama 5 hari,  Arsyany kaila fitri Bayi berumur 10 Bulan penderita gizi buruk minggu sekitar jam 01.05 wib menghembuskan nafas terakhirnya di ruang anak Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Selasih Kab Pelalawan. Riau. Minggu(12/1/2020).


Hal itu di sampaikan oleh orang tua Arsyany kaila fitri biasa panggil Kaila bayi umur 10 Bulan kepada jelajahriau.com minggu(12/1/2020) melalui telpon genggamnya.”malam tadi tiba tiba bayi kami mengalami sesak nafas, sekitar 01.05 wib kaila meninggalkan kami untuk selamanya.”ujar  irhasada(23), bapak kaila sedih.


“kata Dokter dia(kaila-red) terkena gizi buruk, dan sebelum meninggal Kaila sempat di timbang, beratnya 5,6 Kg. Kalau keterangan dokter dengan umurnya 10 bulan seharusnya beratnya minimal 8 Kg.” lanjut bapak Kaila.


Minggu pagi, Bayi penderita gizi buruk itu di kebumikan orang tuannya tidak jauh dari tempat tinggalnya Desa Bagan Laguh, Kec Bunut. Kab Pelalawan, Riau.


Bayi yang meninggal di karenakan penyakit gizi buruk bukan yang pertama kali terjadi di Kab Pelalawan, satu bulan yang lalu, tepatnya sekitar awal Desember 2019 lalu, Bayi yang tinggal di Jalan Pelita, Kec Pangkalan Kerinci, juga meninggal di sebabkan gizi buruk.


“Banyak bayi gizi buruk di daerah kita ini, tiga bulan belakangan ini saja setahu saya minim penderita Gizi buruk ada 6 enam orang, dua orang meninggal, yang pertama di jalan pelita awal desember 2019 lalu dan yang kedua bayi Arsyany kaila fitri ini.” Beber Dedi Aswandi, relawan yang selalu mengantarakan warga tidak mampu kerumah sakit (gratis-red) kepada jelajahriau.com minggu(12/1/2020).


Banyak nya bayi penderita gizi buruk di Kab Pelalawan beberapa bulan belakangan ini mengesankan kalau Pemda Pelalawan kurang perhatian kepada masyarakatnya. “Program Pelalawan Sahat” yang di gadang gadang Bupati Pelalawan HM Harris sewaktu Pilkada sepertinya hanya pepesan belaka.


Selama menjabat sebagai sekretaris Dinas kesehatan sekaligus merangkap sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan, kinerja Asril SKM kurang terlihat dengan banyaknya bayi korban gizi buruk. Walaupun bagitu, beberapa hari yang lalu Bupati Pelalawan HM Harris dengan resmi mengangkat Asril Skm sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Kedepannya apakah gizi buruk akan hilang di Negeri Seiya Sekata atau akan bertambah banyak...? (tim jrc)

Berita Terkait