NEWS UPDATE

Harry Kurniawan Meregang Nyawa Di Dalam Kolam Limbah B3 PT Rapp, Sayang Karyawan Lain Hanya Menonton

Tim JRC 05 Maret 2020 | 11:46:17 | Dibaca : 546 Kali Nasional
Keterangan Gambar : Harry Kurniawan Korban Meninggal di Kolam Limbah B3 PT Rapp

Pelalawan, jelajahriau.com – Tanggul kolam limbah berbahaya(B3) PT Riau Andalans Pulp And Paper (RAPP) milik Sukamto Tanoto di areal Landfill 7a mengalami longsor pada hari selasa(3/3/2020) sekitar jam 16.00 wib, kejadian itu merenggut nyawa Harry Kurniawan(23) sedangkan operator alat berat Bulldozer Wak Aceh atau Supriadi(41) selamat. Di sayangkan kejadian longsor itu menjadi tontonan karyawan lain.

Pelalawan, jelajahriau.com – Tanggul kolam limbah berbahaya(B3) PT Riau Andalans Pulp And Paper (RAPP) milik Sukamto Tanoto di areal Landfill 7a mengalami longsor pada hari selasa(3/3/2020) sekitar jam 16.00 wib, kejadian itu merenggut nyawa Harry Kurniawan(23) sedangkan operator alat berat Bulldozer Wak Aceh atau Supriadi(41) selamat,  sedangkan alat berat Bulldozer yang ikut tenggelam ke dalam limbah lumpur hingga kini belum terlibat bangkainya. Peristiwa naas itu sempat di sayangkan oleh Aprizal pengawas alat karena karyawan lain ramai cuma menonton.


Menurut Aprizal pengawas yang ikut  menolong kedua korban menerangkan kepada jelajahriau.com melalui telpon genggamnya, rabu(4/3/2020).” Tanggul sore itu tiba tiba longsor, dan operator alat berat serta temannya terbawa longsor hingga masuk ke dalam kolam limbah kondisi berlumpur.”


Melihat kejadian itu, dengan jarak beberapa puluh meter Aprizal dan Bambang spontan berlari berusaha menyelamatkan kedua korban ke dalam kolam lumpur limbah B3 tampa memperhatikan ke selamatan dirinya.


Dengan kondisi lumpur limbah yang pekat Aprizal berusaha sekuat tenaga mengeluarkan teman kerjanya itu. Karena tenaga Aprizal pun sudah banyak terkuras seharian bekerja, dirinya bersama Bambang dapat menolong mengeluarkan Wak Aceh(Supriadi) dengan selamat.


“Cuma satu yang dapat kita selamatkan, waktu itu kita kekurangan bantuan tenaga di bawah(dalam kolam lumpur limbah-red), saat itu hanya kami beruda di bawah,” Terang Aprizal, Pengawas alat berat.


Lanjutnya,“ yang lain pada nonton, dan saya berusahan mengeluarkan Wak Aceh (Supriadi Operator Dozer-red) dari dalam lumpur.”


Sesudah di selamatkan Wak Aceh(41), dengan sisa tenaga yang ada Aprizal berusaha menyelamatkan korban kedua Harry Kurniawan(23), sayang nyawa harry kurniawan tidak tertolong.


Dengan kondisi tubuh korban tenggelam di dalam lumpur limbah dan yang terlihat hanya telapak tangannya saja, dengan sisa tenaga yang ada Aprizal berusaha menyibak lumpur limbah B3 yang menutup kepala dan muka Harry kurniawan(23). Terlihat korban masih bisa bernafas namun dari mulutnya telah mengeluar buih.


“saya sudah mencoba menyelamatkan korban dengan menyibak lumpur limbah di bagian kepalanya agar korban bisa bernafas, waktu itu korban masih bernafas namun dari mulutnya sudah mengelurankan buih,” bebernya.


Setelah berselang sekian lama, Wak Aceh(supriadi) sudah dapat di selamatkan dari dalam lumpur limbah B3, dan tubuh Harry kurniawan mulai terlihat baru lah karyawan lainnya ikut membantu menyelamatkan korban.


Usai menyelamatkan rekan kerjanya, Aprizal terpaksa di larikan ke RS Awal Bros Pekanbaru karena kondisi kedua kakinya yang masuk ke dalam lumpur Limbah B3 PT Rapp tersebut  melepuh seperti terbakar.


Di tempat terpisah, Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Novaldi SE Msi membenarkan ada peristiwa tanggul longsor di Landfill 7a areal kolam Limbah berbahaya PT Rapp pada hari selasa(3/3/2020) sekitar jam 16.30 wib lalu, atas kejadian itu satu orang meninggal atas nama Harry Kurniawan(23) dan satu orang operator alat berat bulldozer bernama Supriadi(41) dengan kondisi selamat.(tim jrc)

Berita Terkait