NEWS UPDATE

Lusa,Ratusan Mahasiswa Lakukan Aksi Demo Ke Kantor PT IIS Di Pekanbaru Terkait Penutupan Anak Sungai

Tim JRC 05 April 2021 | 22:10:35 | Dibaca : 370 Kali Pekanbaru
Keterangan Gambar : Mahasiswa Pemerhati Lingkungan Akan Lakukan Aksi Demo Ke Kantor PT Inti Indosawit Subur

Pelalawan, jelajahriau.com – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Dan Pemuda Pemerhati Lingkungan Hidup Dan Bumi(AMPPHIBI-Riau) pada hari kamis(8/4/21), akan melakukan aksi demo di depan Kantor anak Perusahan perkebunan kelapa sawit Asian Agri, PT Inti Indosawit Subur(PT IIS). Senin(5/4/21).

Pelalawan, jelajahriau.com – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Dan Pemuda Pemerhati Lingkungan Hidup Dan Bumi(AMPPHIBI-Riau) pada hari kamis(8/4/21), akan melakukan aksi demo di depan Kantor anak Perusahan perkebunan kelapa sawit Asian Agri, PT Inti Indosawit Subur(PT IIS). Senin(5/4/21).


Hal itu di sampai kan korlap kepada jelajahriau.com senin(5/4/21),”Sehubungan dengan isu penutupan anak sungai Lubuk Godang oleh salah satu perusahaan di Pelalawan, kami sebagai mahasiswa dan pemuda asli Pelalawan akan mengadakan aksi perlawanan terhadap tindakan perusahaan, dalam hal ini PT. Inti Indosawit Subur sebagai anak perusahaan Asian Agri Group, yg secara sepihak melakukan penutupan aliran anak sungai Lubuk Godang untuk kepentingan perusahaannya.” Terang Boy Sandi Sinaga, mahasiswa Unilak Riau.


Sebagaimana diketahui aliran anak sungai tersebut selama ini dipergunakan oleh masyarakat adat persukuan Batin Delik, bahkan Pak Darwis selaku kepala suku Batin Delik tidak mengetahui perihal penutupan anak sungai yang hilirnya bermuara ke sungai Kampar tersebut.


Hal ini terindikasi PT. Inti Indosawit Subur tidak memiliki ijin terkait penutupan anak sungai Lubuk Godang tersebut, karena idealnya sebelum pemerintah memberikan ijin pasti sudah dikaji terkait pola pengelolaan sumber daya air ini, apalagi di bagian hulu anak sungai ini sehari - hari dipergunakan oleh masyarakat adat Batin Delik untuk mencari ikan, "tentu saja apabila ada penutupan perusahaan harusnya berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di sekitar sumber daya air tersebut, sesuai dengan pasal 51 UU no. 17 / 2019 tentang Sumber Daya Air", Ujar Boy Sandi Sinaga, salah seorang Mahasiswa Unilak Penggiat cinta Lingkungan Hidup.


"Untuk itu kami akan melakukan aksi pada hari Kamis 8 April 2021 mendatang yg berlokasi di halaman kantor DLHK Prov Riau, dan halaman kantor Pt. Inti Indosawit Subur". Tuntutan kami sebagai Pemuda dan mahasiswa sederhana, kembalikan ekosistem anak sungai lubuk godang seperti semula, lalu pidanakan oknum perusahaan yang berani memerintahkan untuk menutup anak sungai tersebut. Karena perbuatan oknum dari perusahaan ini terindikasi melanggar UU no. 17 tahun 2019 pasal 70 huruf C, dengan ancaman pidana maksimal 3 tahun penjara dan denda 5 miliar rupiah.


"Untuk memperjelas dugaan pelanggaran hukum tersebut kami sebagai mahasiswa dan pemuda asli Pelalawan akan mendampingi Pak Darwis sebagai Kepala suku Batin Delik ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau guna dilakukan penyelidikan mendalam", ujar Boy sebagai Kordum aksi pada hari Kamis mendatang.


Apabila terbukti, kami juga akan meminta Pemerintah untuk mencabut ijin ekspor - impor minyak sawit mentah yg dipegang oleh Asian Agri Group karena dianggap tidak mampu melakukan pengawasan terhadap anak perusahaannya.”tutupnya.(jrc)

Berita Terkait