NEWS UPDATE

Dibuka, Perkampungan Belia DMDI di Selatbaru, Bengkalis

Tim JRC 28 Mei 2014 | 12:54:43 | Dibaca : 480 Kali Bengkalis
Keterangan Gambar :

BENGKALIS - Belia (pemuda, red) Islam dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Hal ini sebagai modal untuk mewujudkan kebangkitan dunia Islam, sehingga tidak dipandang sebelah mata oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini.
BENGKALIS - Belia (pemuda, red) Islam dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Hal ini sebagai modal untuk mewujudkan kebangkitan dunia Islam, sehingga tidak dipandang sebelah mata oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini.

Demikian diungkapkan Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Datuk Mohd Ali bin Mohd Rustam yang juga anggota senator negeri jiran Malaysia, pada acara peresmian perkampungan belia DMDI di Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan, Selasa (27/5/14)) kemarin malam.

Hadir pada malam peresmian Perkampungan Belia Melayu, Wakil Bupati Bengkalis Suayatno, Sekda Bengkalis Burhanudin, Assisten II Huzaini, sedangkan dari negeri jiran Malaysia, Prof. Mohd. Jamil Mukmin, Naib Pengerusi DMDI Datuk Shabarudin Kudus, Pengurus Besar Yayasan DMDI Mohd. Nizam Omar, Pengurus Besar DMDI Ketua Devisi Pemuda DMDI Riau Ajis. Kemudian Camat Bantan Nazly, Kepala Desa Selatbaru dan tokoh masyarakat Desa Selatbaru.

Peserta DMDI yang mengirimkan delegasi ke Perkampungan Belia DMDI Selatbaru, Aceh sebanyak 36 orang, Siak 75 orang, Sungai Apit 6 orang, Malaka 50 orang dan DMDI Provinsi Riau 20 orang. Kegiatan yang dilaksanakan hingga 30 Mei mendatang diantaranya pertunjukan kesenian dan bergaul dengan masyarakat setempat.

Mantan Menteri Besar Malaka ini mengatakan, Pemuda Melayu dan Islam harus siap menghadapi era globalisasi, karena jika tidak siap maka generasi muda akan tergelincir dalam pengaruh negatif. Caranya, Belia Islam harus dibekali dengan pendidikan agama yang pondasi sendi-sendi kehidupan.

“Disamping pendidikan agama. Belia Islam harus menambah ilmu pengetahuan guna membuka minda (wawasan, red) dan pola pikir, sehingga kelak menjadi masyarakat Melayu yang bertamadun,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ali Rustam mengungkapkan keberadaan DMDI ini sebagai wadah untuk himpun masyarakat Melayu serumpun dan Islam yang ada di penjuru dunia. Meski dipisahkan oleh sekat-sekat batas teritorial negara, namun keberadaan orang Melayu dan Islam merupakan sebuah kekuatan untuk membangun tatanan peradaban dunia yang lebih maju.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkalis Suayatno seperti dikutip dari release Humas Setdakab Bengkalis menyambut baik penyelenggaraan perkampungan Belia DMDI di Desa Selatbaru. Merupakan sebuah penghormatan dan penghargaan bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis yang telah ditunjuk menjadi lokasi tempat perkampungan Belia DMDI.

“Terima kasih kepada Presiden DMDI yang telah mempercayakan Desa Selatbaru,” ujarnya.

Diungkapkan Suayatno, melalui kegiatan Perkampungan Belia DMDI ini akan membuka wawasan generasi muda Melayu. Kemudian mendalami khasanah kebudayaan maupun kebiasaan yang ada di kawasan Melayu serumpun ini.

“Insya-Allah, pertemuan ini akan semakin memperkokoh keberadaan Melayu dan Islam. Kami berharap keberadaan DMDI sebagai wadah pemersatu masyarakat rumpun Melayu dan Islam, menjadi sebuah kekuatan yang mampu berbicara di level internasional, sehingga Melayu dan Islam tidak lagi dipandang sebelah mata," katanya.

Suayatno berharap selama berada di Desa Selatbaru ini, rekan-rekan peserta perkampungan Belia DMDI ini bisa membaur dan mempelajari budaya, kehidupan dan kebiasaan masyarakat setempat dan pulang ke negeri maupun daerah asal memperoleh pengalaman berharga.***(dik)

Berita Terkait