NEWS UPDATE

Ratusan Warga Bengkalis Ikuti Dialog Interaktif Keagamaan bersama NU

Tim JRC 28 Mei 2014 | 12:55:36 | Dibaca : 537 Kali Bengkalis
Keterangan Gambar :

BENGKALIS - Memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriah/2014 Masehi, ratusan jamaah Mushalla Nurul Huda Dusun Parittiung, Desa Jangkang, Kecamatan Bantan mengikuti dialog interaktif tentang keagamaan bersama Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bengkalis, Selasa (27/5/14) malam.
BENGKALIS - Memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriah/2014 Masehi, ratusan jamaah Mushalla Nurul Huda Dusun Parittiung, Desa Jangkang, Kecamatan Bantan mengikuti dialog interaktif tentang keagamaan bersama Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bengkalis, Selasa (27/5/14) malam.

Kegiatan ditaja remaja Mushalla Nurul Huda ini mengambil tema "Peranan Remaja, Orang Tua, dan Lingkungan di Tengah Dekadensi (kemerosotan) Moral". Sebagai narasumber, Ketua NU Bengkalis Amrizal, Syaim, Dosen STAI, Amri, Wan Farid yang juga dari Pengurus NU Bengkalis.

Kegiatan dialog interaktif bersama masyarakat jarang dilakukan ini, warga cukup antusias melontarkan sejumlah pertanyaan tentang kemerosotan moral saat ini.

Kesempatan ini Ketua NU Bengkalis Amrizal dalam paparannya mengungkapkan, kemerosotan moral yang terjadi khususnya terhadap remaja salah satu sebabnya adalah "miskin" aktivitas, oleh karena itu kedepan harus memperbanyak kegiatan-kegiatan postif dengan kerja keras.

"Seperti orang tua sholeh tapi anak tidak dan sudah berupaya maksimal untuk memperbaiki si anak, tapi tetap tidak berhasil. Jangan dicaci maki atau disumpah. Kemudian ketika anak itu melakukan kejahatan, jangan diberikan toleransi atau pembelaan. Tidak perlu dibela-bela dan harus tegas apakah si anak mencuri atau kejahatan lainnya yang dilarang agama. Termasuk lingkungan masyarakat juga memiliki kewajiban untuk tidak membiarkan kemungkaran di lingkungannya," ungkapnya.

Kemudian narasumber Syaim memaparkan akhlak menurut kaca mata Islam, Allah SWT tidak memuji pada oramg yang pandai, akan tetapi dipuji karena sisi akhlaknya seperti Nabi Muhammad SAW. Kondisi suatu bangsa bukan ditentukan orang pandai tapi karena juga akhlaknya tanpa akhlak itu maka bangsa akan hancur.

"Harus selalu mendorong remaja agar memahami masalah agama. Kuncinya adalah ajaran agama karena dengan ajaran tersebut hidup menjadi lebih bermakna," ungkapnya.***(dik) Teks foto: Para narasumbur NU Bengkalis menyampaikan pemaparan dalam dialog keagamaan bersama masyarakat sempena Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Selasa (27/5/14) malam.

Berita Terkait