NEWS UPDATE

Jalan Masuk Menuju Tiga Sumur Minyak Milik PT Chevron Di Simpang Perawang Minas Di Blokir Warga

Tim JRC 06 Juli 2015 | 02:10:01 | Dibaca : 1804 Kali Siak
Keterangan Gambar : Jalan Masuk Ke Tiga Sumur Minyak PT Chevron Di Simpang Perawang Minas Di Blokir Warga

Siak, jelajahriau.com- Warga Simpang Perawang Kel Minas Jaya, Kec Minas Kab Siak, blokir jalan masuk menuju area tiga sumur minyak milik PT Chevron. Pemblokiran pintu masuk ke area sumur minyak itu berlansung sejak bulan maret 2015 lalu.
Siak, jelajahriau.com- Warga Simpang Perawang Kel Minas Jaya, Kec Minas Kab Siak, blokir jalan masuk menuju area tiga sumur minyak milik PT Chevron. Pemblokiran pintu masuk ke area sumur minyak itu berlansung sejak bulan maret 2015 lalu.

Akibatnya aktifitas ketiga sumur minyak milik PT Chevron yang berada di area Sumur 8D 32, 8D 33 dan 8D 42 terganggu.

Hal itu sempat di sampaikan oleh humas PT Chevron kepada jelajahriau.com di lokasi pemblokiran jalan tersebut.

“ya..tidak kita pungkiri jelas terganggu lah aktifitas sumur minyak ini akibat dari pemblokiran jalan masuk menuju ketiga sumur minyak kita ini,,.” Jelas Beni, Humas PT Chevron Wilayah Minas.

Toni, warga simpang perawang yang menutup jalan tersebut mengatakan, jalan yang di tutupnya itu jalan yang berada di atas tanah miliknya. Dan pemblokiran itu puncak dari kekesalannya kepada PT Chevron yang sewenang- wenang terhadapnya.

“Jalan yang menuju area sumur minyak PT Chevron ini tanah saya, selama ini sudah cukup PT Chevron menganiaya dan menzalimi kami.” Ujat Toni, warga Simpang Perawang.

Pemblokiran jalan itu puncaknya, sejak PT Chevron menolak untuk mengganti rugi Kolam ikan dan Kebun kelapa sawit milik Toni yang rusak di sebabkan oleh limbah dari Pemboran Minyak PT Chevron pada tahun 2006. Apa lagi peristiwa itu sudah berlansung selama 10 Tahun silam, dan 10 Tahun itu pula Toni dan keluarganya berjuang menuntut hak nya.

Menurut Toni, sebelum PT Chevron membor minyak di samping rumahnya, kehidupan orang tuanya untuk menghidupkan dia dan adek adeknya berkebun dan berternak ikan.

Namun sejak PT Chevron mulai melakukan pemboran minyak di samping rumahnya pada Tahun 2006, sejak itu lah awal dari bencana bagi keluarganya, bagaimana tidak, kolam ikan tempat orang tuanya menghidupi dan menyekolahkan dia dan adek adeknya rata dengan tanah setelah di tutupi tanah bekas pemboran minyak PT Chevron tersebut masuk ke kolamnya.

Belum lagi kebun sawit milik orang tua Toni seluas kurang lebih 2 Ha, kering dan mati di sebabkan minyak mentah yang meluber ke kebunnya, mereka bersusah payah berjuang untuk menanam kebun kelapa sawit itu dengan harapan nantinya kebun tersebut dapat menyekolahkan adek adek toni hingga perguruan tinggi.

Namun sayang, harapan keluarga kecil itu sirna setelah PT Chevron melakukan pemboran di samping rumahnya dan membuang limbahnya ke kolam ikan dan kebun kelapa sawit.

“ sejak PT Chevron member minyak di samping rumah kami pada tahun 2006, kini kehidupan kami sulit di karena kolam ikan dan kebun kelapa sawit tempat kami bergantung hidup sudah punah di karenakan limbah minyak PT Chevron itu.” Ujar Toni.

Saat di konfirmasi ke humas PT Chevron jum at (03/06) yang berada di lokasi pemblokiran saat itu Budi Ibrahim, dia menolak untuk menjawabnya.( tim jrc)


Berita Terkait