NEWS UPDATE

Areal Sumur Minyak PT Chevron Di Simpang Perawang Minas Penuh Dengan Sampah

Tim JRC 06 Juli 2015 | 03:04:00 | Dibaca : 1667 Kali Siak
Keterangan Gambar : Areal Sumur Minyak PT Chevron Di Simpang Perawang Minas Penuh Dengan Sampah

Siak, jelajahriau.com- Sudah kurang lebih Tiga Bulan Warga memblokir akses jalan masuk menuju sumur minyak PT Chevron di Simpang Perawang Kel Minas Jaya, Kec Minas Kab Siak, kini kondisi area Sumur minyak itu terlihat kotor dan sampah terlihat dimana mana.
Siak, jelajahriau.com- Sudah kurang lebih Tiga Bulan Warga memblokir akses jalan masuk menuju sumur minyak PT Chevron di Simpang Perawang Kel Minas Jaya, Kec Minas Kab Siak, kini kondisi area Sumur minyak itu terlihat kotor dan sampah terlihat dimana mana.

Sejak akses jalan masuk menuju Tiga sumur minyak milik PT Chevron di area Sumur 8D 32, 8D 33 dan 8D 42 simpang perawang di tutup warga.

Kini kondisi area sumur minyak tersebut terlihat tidak terurus dan kumuh, kondisi ini tidak seperti biasanya, seharusnya area sumur minyak maupun travo listrik untuk mengaliri arus listrik kedinamo atau penggerak pompa minyak bersih dan rapi. Namun berbeda dengan sumur minyak PT Chevron yang berada di simpang Perawang.

Dari pantauan jelajahriau.com di lapangan, sampah plastik dan sampah lainnya yang mudah terbakar berserakan di dalam area travo penggerak pompa minyak bertegangan tinggi.

Menjadi pertanyaan kita apa kah sampah sampah itu memang sengaja di biarkan oleh PT Chevron berada di area sumur minyak tersebut, atau memang pihak perusahan minyak itu tidak mengetahui sama sekali. Terkait hal ini sampai saat ini pihak Humas PT Chevron belum dapat di hubungi.


Menurut warga yang berbatas lansung dengan lokasi sumur minyak tersebut, sampah sampah itu sudah lama berada di dalam area travo listrik tegangan tinggi penggerak dinamo pompa minyak itu, namun belum ada pihak perusahan yang membersihkannya.

setahu saya, sampah di dekat travo dan area sumur minyak PT Chevron itu sudah lama, saya tidak pernah meilhat pihak perusahan membersihkannya. Pungkas Toni, warga Simpang Perawang.

Lanjutnya, kita kuatir sampah sampah itu terbakar, apa lagi sampah plastik dan bahan lainnya yang mudah terbakar. Ujar Toni ke jelajahriau.com. ( tim jrc)

Berita Terkait