NEWS UPDATE

Satu Orang WNI Tewas Dan 11 Orangnya Lagi MenJadi Korban Crane Roboh di Masjidil Haram

Tim JRC 11 September 2015 | 01:29:25 | Dibaca : 1266 Kali Internasional
Keterangan Gambar : Satu Orang WNI Tewas Dan 11 Orangnya Lagi MenJadi Korban Crane Roboh di Masjidil Haram

MEKKAH, jelajahriau.com Sebanyak 11 jemaah haji asal Indonesia turut menjadi korban akibat jatuhnya crane (alat berat proyek) bangunan yang menimpa Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9/2015).
MEKKAH, jelajahriau.com Sebanyak 11 jemaah haji asal Indonesia turut menjadi korban akibat jatuhnya crane (alat berat proyek) bangunan yang menimpa Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9/2015).

"Kondisi luka-luka," ujar Anwar, seorang jemaah haji Indonesia, kepada Metro TV, Jumat. Saat ini, Anwar berada di rumah sakit terdekat yang menjadi rujukan.

Pada kesempatan itu, Anwar menegaskan, tak ada jemaah WNI yang meninggal akibat peristiwa tersebut.

Ia mengatakan, dua jemaah asal Medan menderita kritis. Sementara itu, satu jemaah asal Yogyakarta terinjak-injak ketika alat berat tersebut menghantam bangunan.

Crane terjatuh akibat badai dan hujan deras di Mekkah. Saat kejadian, jemaah tengah melakukan persiapan untuk melaksanakan shalat maghrib.
Dan beberapa jam setelah kejadian, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan ada 20 jemaah haji Indonesia menjadi korban luka dan satu jemaah meninggal akibat alat berat proyek (crane) jatuh di Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9/2015), menyusul hujan deras disertai angin kencang.

"Kejadian ini memang luar biasa," ujar Amirul Hajj itu dalam pembicaraan via telepon dengan tim Media Center Haji (MCH) di Mekkah, Jumat malam.

Ia mengakui akibat hujan deras dan angin kencang di Mekkah, alat berat yang digunakan untuk perluasan Masjidil Haram terjatuh.
"Ada jemaah kita sebanyak 20 orang yang terluka dan sudah dibawa ke rumah sakit di Jiyad, Arab Saudi," kata Menag.

Selain itu, kata dia, ia menerima informasi ada satu jemaah yang meninggal namun masih membutuhkan data rinci terkait nama dan embarkasi mana.

"Keluarga di Indonesia harap tetap tenang karena korban luka sudah ditangani dokter yang profesional," ujarnya.

Menag juga mengimbau agar jemaah yang akan melaksanakan umrah qudum (kedatangan) menunda dulu ibadahnya sampai situasi di Masjidil Haram dinyatakan aman.(kompas.com)


Berita Terkait