NEWS UPDATE

Tidak Ada Niat Baik, Dua Hari Kantor PT Chevron Di Minas Di Demo Ratusan Warga

Tim JRC 07 Oktober 2015 | 21:49:22 | Dibaca : 1169 Kali Siak
Keterangan Gambar : Tidak Ada Niat Baik, Dua Hari Kantor PT Chevron Di Minas Di Demo Ratusan Warga.

Siak, Jelajahriau.com – Selama dua hari selasa dan rabu(7- 8/1015) kantor PT Chevron di Kec Minas, kab Siak di demo Ratusan warga asal Simpang Perawang dan Minas. Aksi warga tersebut di sebabkan oleh Perusahan Minyak itu tidak ada niat dan Etika baik untuk mau mengganti kerugian warga di akibatkan oleh limbah minyak mentah perusahan minyak tersebut
Siak, Jelajahriau.com – Selama dua hari selasa dan rabu(7- 8/1015) kantor PT Chevron di Kec Minas, kab Siak di demo Ratusan warga asal Simpang Perawang dan Minas. Aksi warga tersebut di sebabkan oleh Perusahan Minyak itu tidak ada niat dan Etika baik untuk mau mengganti kerugian warga di akibatkan oleh limbah minyak mentah perusahan minyak tersebut yang menenggelami kolam warga sewaktu PT Chevron melakukan pengebor minyak di sekitaran pemukiman warga.

Aksi demo ratusan warga simpang perang dan minas ke kantor PT Chevron minas selama dua hari itu terpusat di depan pintu gerbang pintu masuk kantor Perusahan minyak tersebut, akibatnya, karyawan perusahan tersebut yang hendak keluar masuk ke kantor tersebut terhalang hingga sore hari.

Kesal tidak di tanggapi, warga pun bergerak mendekati pagar pintu masuk PT Chevron, sambil berteriak meminta Perusahan Minyak PT Chevron bertanggung jawab terhadap limbah minyak mentah perusahan tersebut yang menenggelamkan kolam ikan milik warga seluas 1 Ha, dan kebun kelapa sawit milik warga mati seluas 2 Ha .

Dalam aksi tersebut hampir terjadi bentrok antara pengunjuk rasa dengan para pimpinan perusahan minyak tersebut, hal itu disebabkan pihak pimpinan perusahan itu bersekukuh tidak akan mengganti kerugian warga simpang perawang, Minas. Beruntung hal itu cepat di tengahi oleh pihak kepolisian yang mengawal aksi demo tersebut.

Hingga rabu(7/10/15) jam 16.30 wib aksi demo itu tidak ada di respon oleh pihak PT Chevron, dan ratusan warga Simpang Perawang membubarkan diri dengan tertib. Sebelum bubar, salah satu keluarga korban mengatakan,” demo kami ini bukan yang terakhir, dua minggu lagi kami akan lakukan aksi demo besar besaran ke kantor PT Chevron di Rumbai, ini bukan ancaman, tetapi kan kami buktikan.” Ujar Azwar keluarga korban limbah PT Chevron.

Sebelumnya, Sumur minyak milik PT Chevron yang berada diareal sumur 8 D32, 8 D33 dan 8 D42 di buka pada tahun 2006 di Simpang Perawang Kec. Minas, membuat warga sekitar sumur itu menderita, pasalnya, tanah timbunan untuk meratakan lokasi pemboran sumur minyak itu ikut menenggelamkan 3 buah kolam warga sekitar dengan luas satu Hektar, dan di perparah lagi dengan luberan minyak mentah dari pemboran minyak mengenai ratusan batang sawit milik warga simpang perawang. Akibatnya batang sawit tersebut rusak dan mati.


Salah satu korban limbah minyak mentah PT Chevron tersebut itu, Izal Miardi(58), mengatakan,” Sebelum sumur minyak itu di buka pada tahun 2006 oleh PT Chevron, saya menghidupkan anak-anak saya sebanyak 5 orang dari hasil ternak ikan di kolam itu, sejak sumur minyak itu di buka oleh PT Chevron, mata pencarian saya pun mati dikarenakan kolam tempat kami berternak ikan sudah tertimbun oleh tanah buangan dari pemboran sumur minyak Perusahan itu”.Jelas Izal.


“ tidak hanya itu, batang kelapa sawit kami juga mati terkena minyak mentah PT Chevron itu, kejadian itu sejak pada tahun 2006, dan kami pun sudah berusaha untuk meminta pertanggung jawaban pihak PT Chevron, namun mereka tidak pernah meresponnya.” Pungkas pak izal kecewa. (fajri)

Berita Terkait