NEWS UPDATE

“Berbohong” Tidak Ada Warga Melarang DLHK Mengambil Sampel Air Limbah Di Lokasi Ribuan Ikan Mati Kanal PT Rapp

Tim JRC 04 April 2021 | 20:45:06 | Dibaca : 304 Kali Pelalawan
Keterangan Gambar : DLHK Pelalawan Melihat Ikan Mati Di Lokasi warga Desa Sering Demo Water Inteke

Pelalawan, jelajahriau.com – Warga Desa Sering Kecamatan Pelalawan, Riau. Membantah keras pertanyaan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab Pelalawan yang mengatakan DLHK tidak dapat mengambil sampel air limbah PT Rapp saat baru terjadinya peristiwa ribuan Ikan mati di Kanal Limbah PT Riau Andaln Pulp Anda Paper(PT Rapp) pada selasa(23/3/21) lalu.

Pelalawan, jelajahriau.com – Warga Desa Sering Kecamatan Pelalawan, Riau. Membantah keras pertanyaan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab Pelalawan yang mengatakan DLHK tidak dapat mengambil sampel air limbah PT Rapp saat baru terjadinya peristiwa ribuan Ikan mati di Kanal Limbah PT Riau Andaln Pulp Anda Paper(PT Rapp) pada selasa(23/3/21) lalu.


Ketua Nelayan Desa Sering yang hadir di malam (selasa,23/3/21-red) aksi demo Nelayan sering di lokasi Water Inteke terkait matinya ribuan ikan di kanal limbah PT Rapp membantah pernyataan DLHK.


“Mano ado kami melarang Dinas mengambil Sampel Limbah di Kanal PT Rapp, apo untung nyo bagi kami,“ Terang Rusmadi, ketua Nelayan Desa Sering Kepada jelajahriau.com jumat(2/4/21) di rumahnya dengan logat melayu.


Ketua Nelayan itu membandingkan di waktu Dinas Perikanan Kab Pelalawan datang ke Desa Sering pada hari rabu(24/3/21) pagi atau tepatnya satu hari setelah ribuan ikan mati di kanal PT Rapp, waktu itu Dinas Perikan Kab Pelalawan meminta bantu di antarkan ke lokasi titik ikan mati.


“malahan ambo sendiri(saya-red) yang membawa Kepala Dinas Perikan ke lokasi kanal limbah PT Rapp untuk mengambil sampel ikan mati tu, Semuanya gratis. Itu lah tanda kami menghormati Dinas.”pungkas Rusmadi kesal.


Tidak hanya itu,“Usai mengambil sampel ikan mati, Pegawai Dinas Perikanan hendak pulang pun kami beri buah tangan berupa ikan salai.”


“dari mano pulo kami yang melarang dinas untuk mengambil sampel air limbah PT Rapp tu.” Tutupnya kecewa.


Sebelumnya, Eko Nofitra. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab Pelalawan satu hari setelah kejadian ribuan ikan mati di kanal PT Rapp, tepatnya hari rabu(24/3/21) mengatakan kepada wartawan kalau DLHK Pelalawan tidak bisa mengambil sampel air limbah PT Rapp pada selasa(23/3/21) saat baru kejadian ribuan ikan mati di kanal limpah PT Rapp. Hal itu di karenakan pegawainya di lapangan di halang halangi oleh warga untuk mengambil sampel air limbah tersebut.(jrc)

Berita Terkait