NEWS UPDATE

Masih Terkait Penutupan Anak Sungai, Besok Mahasiswa Akan kepung Kantor PT IIS Di Pekanbaru

Tim JRC 11 April 2021 | 17:12:07 | Dibaca : 253 Kali Pelalawan
Keterangan Gambar : Kepala Desa Lalang Kabung menujuk lokasi Anak Sungai Lubuk Godang Yang Di Tutup PT Indosawit

Pelalawan, jelajahriau.com – Usai melakukan aksi demo di kantor Dinas Lingkungan hidup (DLH) Provinsi Riau pada hari kamis(8/4/21), Aliansi Mahasiswa Dan Pemuda Pemerhati Lingkungan Hidup Dan Bumi(AMPPHIBI-Riau) akan turun kembali kejalan untuk menyuarakan penutupan Anak Sungai Lubuk Godang, di Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan Kab Pelalawan Riau, Yang di lakukan oleh anak Perusahan Asian Agri PT inti Indosawit Subur(PT IIS). Minggu (11/4/21).

Pelalawan, jelajahriau.com – Usai melakukan aksi demo di kantor Dinas Lingkungan hidup (DLH) Provinsi Riau pada hari kamis(8/4/21), Aliansi Mahasiswa Dan Pemuda Pemerhati Lingkungan Hidup Dan Bumi(AMPPHIBI-Riau) akan turun kembali kejalan untuk menyuarakan penutupan Anak Sungai Lubuk Godang, di Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan Kab Pelalawan Riau, Yang di lakukan oleh anak Perusahan Asian Agri PT inti Indosawit Subur(PT IIS). Minggu (11/4/21).


Untuk yang kedua kalinya AMPPHIBI –Riau akan turun ke jalan menuntut PT Inti Indosawit Subur bertanggung jawab atas penutupan anak sungai yang berada di dalam Hak Guna Usaha(HGU) mereka.


Kali ini ratusan AMPPHIBI-RIAU akan melakukan aksinya ke kantor Pusat Asian Agri sekaligus kantor PT IIS di Pekanbaru jalan Sokarno hatta pada hari senin(12/4/21).


Tuntutan mereka masih sama seperti sebelumnya, PT IIS terindikasi tidak memiliki ijin terkait penutupan anak sungai Lubuk Godang tersebut, karena idealnya sebelum Pemerintah memberikan ijin pasti sudah dikaji terkait pola pengelolaan sumber daya air ini, apalagi di bagian hulu anak sungai ini sehari - hari dipergunakan oleh masyarakat adat Batin Delik untuk mencari ikan, "tentu saja apabila ada penutupan perusahaan harusnya berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di sekitar sumber daya air tersebut, sesuai dengan pasal 51 UU no. 17 / 2019 tentang Sumber Daya Air", Ujar Boy Sandi Sinaga, salah seorang Mahasiswa Unilak Penggiat cinta Lingkungan Hidup.


Lanjutnya,"Tuntutan kami sebagai Pemuda dan mahasiswa sederhana, kembalikan ekosistem anak sungai lubuk godang seperti semula, lalu pidanakan oknum perusahaan yang berani memerintahkan untuk menutup anak sungai tersebut. Karena perbuatan oknum dari perusahaan ini terindikasi melanggar UU no. 17 tahun 2019 pasal 70 huruf C, dengan ancaman pidana maksimal 3 tahun penjara dan denda 5 miliar rupiah.


“Selain itu, kedatangan kita kesana untuk mempertanyakan atas dasar apa PT IIS berani menutup anak sungai itu. Dan sama sama kita ketahui, Jauh sebelum ada perusahan di situ anak sungai lubuk godang tersebut sudah menjadi lokasi mata pencarian warga asli tempatan(mencari ikan-red).(jrc)


 


 

Berita Terkait