NEWS UPDATE

Sampel Ikan Mati Di Kanal Limbah PT Rapp Belum juga Keluar, Kadis Perikanan Dan Kelautan Pelalawan Heran.

Tim JRC 11 April 2021 | 18:49:54 | Dibaca : 93 Kali Nasional
Keterangan Gambar : Ribuan Ikan Mati Tiba tiba Di Kanal Limbah PT Rapp selasa(23/3/21)

Pelalawan, jelajahriau.com – Tidak hanya Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Kab Pelalawan yang heran dengan belum di terimanya hasil sampel air limbah anak Perusahaan Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL). Dinas Perikanan dan Kelautan Kab Pelalawan juga terlihat heran, karena sampel ikan mati yang di kirim ke Laboratorium(LAB) sudah lebih dua(2) minggu yang lalu tak kunjung turun.

Pelalawan, jelajahriau.com – Tidak hanya Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Kab Pelalawan yang heran dengan belum di terimanya hasil sampel air limbah anak Perusahaan Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL). Dinas Perikanan dan Kelautan Kab Pelalawan juga terlihat heran, karena sampel ikan mati yang di kirim ke Laboratorium(LAB) sudah lebih dua(2) minggu yang lalu tak kunjung turun.


Untuk memastikan penyebab kematian ribuan ikan di Kanal Limbah PT Rapp pada selasa(23/3/21) lalu tepatnya berada di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan Riau. Dinas Perikanan dan Kelaut Kab Pelalawan turunkan tim pengambil sampel ikan mati bersama ketua Nelayan Desa Sering, Kecamatan  Pelalawan.


Dengan nada tergagap gagap kepala dinas perikanan dan kelautan saat di hubungi jelajahriau.com melalui telpon genggamnya kamis(8/4/21) terkait hasil sampel ikan mati. Dirinya menerangkan bahwa beliau belum mengetahui hasil sampel ikan mati yang di kirim ke Laboratorium(LAB) dua(2) minggu yang lalu.


“saya hingga kini belum tahu lagi, saya belum ada masuk kantor,” jelas T Wahuddin, Kepala Dinas Perikanan Dan Kelautan Kab Pelalawan.


Kadis Perikanan dan Kelautan beberapa bulan lagi akan memasuki masa pensiun berjanji akan mempertanyakan hal itu kepada Kepala bagian(Kabag) yang membidangi kasus ikan mati tersebut.


“masuk kantor besok saya tanyakan sama pak kabag ya..”tutupnya.


Menurut keterangan warga dan para nelaya Desa Sering ikan mati di kanal limbah PT Rapp pada selasa(23/3/21) bukan kali pertamanya.


“tahun ini lah ikan mati di kanal limbah PT Rapp paling sedikit, kalau tahun sebelumnya sampai 3-4 tonan, ikan yang mati pun bermacam macam ada udang, baung,”ujar Rusmmadi, Ketua Nelayan Desa Sering Kepada jelajahriau.com di rumahnya baru baru ini.(jrc)

Berita Terkait