NEWS UPDATE

Terungkap DLH Prov Riau Ambil Sampel Air Limbah PT Rapp 4 hari Setelah Ribuan Ikan Mati

Tim JRC 27 April 2021 | 12:25:01 | Dibaca : 178 Kali Pekanbaru
Keterangan Gambar : DLH Prov Riau Hearing Di DPRD Pelalawan, Hadir juga Mabrur Pimpinan PT Rapp Dan DLH Pelalawan

Pelalawan, jelajahriau.com – Untuk memastikan kematian ribuan ikan di Kanal Limbah PT Rapp pada selasa(23/3/21) sekitar jam 16.00 wib lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Riau turun kelokasi kejadi untuk pengambilan sampel air limbah PT Rapp. Namun di sayangkan pengambilan sampel air limbah oleh DLH Provinsi Riau itu telah terlambat empat (4) hari setelah kejadian.

Pelalawan, jelajahriau.com – Untuk memastikan kematian ribuan ikan di Kanal Limbah PT Rapp pada selasa(23/3/21) sekitar jam 16.00 wib lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Riau turun kelokasi kejadi untuk pengambilan sampel air limbah PT Rapp. Namun di sayangkan pengambilan sampel air limbah oleh DLH Provinsi Riau itu telah terlambat empat (4) hari setelah kejadian.


Terlambatnya pengambilan sampel air limbah PT Rapp di benarkan oleh Pejabat Pengawas DLH Prov Riau M Rasian Hamid dan Chandra Hitosoit  saat hearing dengan DPRD Pelalawan pada selasa(20/4/21) lalu.


Di depan ketua DRPD Pelalawan Baharudin SH dan Ketua Komisi II Abdul Nasib serta  Perwakilan PT Rapp Mabrur dan DLH Kab Pelalawan, DLH Prov mengatakan,” pengambilan sampel air limbah PT Rapp untuk di uji ke LAB baru sempat mereka ambil pada hari minggu tanggal 29/3/21 lalu. Hari itu juga sampel di bawa ke LAB Pekanbaru.”


Hal itu di pertanyakan Baharudin SH ketua DPRD Pelalawan,”kok sudah empat hari baru mengambil air sampel itu, apa nanti hasil sampelnya masih kredibel…?


Sebelumnya, Sampel air limbah yang di ambil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab Pelalawan di kanal PT Rapp untuk di uji di LAB sempat di pertanyakan oleh Pakar Lingkungan Hidup Dr Elviriadi Aktivis LH.


Pasalnya, DLH Kab Pelalawan mengambil sampel limbah tersebut sudah satu(1) hari setelah kejadian ribuan ikan mati kanal limbah PT Rapp tersebut. Menurut Pakar lingkungan hidup,“Begitu tahu kejadian ikan mati, seharusnya pengambilan sampel untuk di bawa ke LAB( laboratorium) selambat lambatnya 2 jam setelah peristiwa ikan mati. kenapa begitu, karena air limbah yang di duga tercemar tersebut akan terbawa oleh arus  yang deras ke hilir. dan proses osmosis di dalam air akan hilang,  zat zat yang ada diduga menimbulkan kematian ikan itu pun sudah tidak ada lagi.” Terang Pakar sekaligus Aktifis Lingkungan Hidup Riau, Dr Elviriadi Aktivis LH.


Usai hearing dengan DPRD Pelalawan pada selasa (20/4) lalu, DLH Provinsi Riau berjanji minggu depan akan mengumumkan hasil LAB baik sampel yang di ambil oleh DLH Kab Pelalawan maupun hasil sampel yang di ambil DLH Provinsi Riau sendiri.(jrc)

Berita Terkait