NEWS UPDATE

Tiongkok Tenggelamkan Kapal Vietnam

Tim JRC 28 Mei 2014 | 12:22:07 | Dibaca : 1274 Kali Internasional
Keterangan Gambar : Foto ilustrasi

Satu kapal Vietnam dilaporkan tenggelam setelah bertabrakan dengan sebuah kapal Tiongkok pada Senin kemarin sekitar pukul 17.00 di perairan dekat lokasi pulau yang tengah disengketakan kedua negara. Sebanyak 10 kru di dalam kapal itu berhasil diselamatkan.
Satu kapal Vietnam dilaporkan tenggelam setelah bertabrakan dengan sebuah kapal Tiongkok pada Senin kemarin sekitar pukul 17.00 di perairan dekat lokasi pulau yang tengah disengketakan kedua negara. Sebanyak 10 kru di dalam kapal itu berhasil diselamatkan.

Berdasarkan laporan kantor berita Tiongkok, Xinhua, kapal Vietnam lebih dulu melecehkan kapal Tiongkok di dekat Pulau Paracel. Namun, pernyataan berbeda yang dilansir kantor berita CNN Rabu, 28 Mei 2014, dari pejabat berwenang Vietnam, Luu Thien Thang, menyebut justru kapal Vietnam lah yang lebih dulu ditabrak oleh kapal milik Negeri Tirai Bambu.

Saat itu, kapal tersebut sedang melakukan panggilan darurat. Selain terdapat kapal nelayan penangkap ikan, Luu turut menyebut kapal militer Tiongkok pun juga ada di daerah itu.

Luu menambahkan usai kapal Vietnam tenggelam, penjaga perbatasan pantai dan kapal nelayan lainnya langsung menyelamatkan puluhan kru.

Hubungan di antara kedua negara memang sedang menegang di beberapa pekan terakhir, setelah sebuah perusahaan minyak milik Pemerintah Tiongkok mulai melakukan pengeboran di perairan Pulau Paracel. Xinhua melaporkan Vietnam telah mengirimkan beberapa kapal untuk menghalangi perusahaan minyak itu agar berhenti melakukan pengeboran.

Di mata Pemerintah Tiongkok, langkah mereka dianggap sah. Mereka bahkan menyalahkan Vietnam yang dianggap telah memprovokasi konflik.

Dalam sebuah jumpa pers yang digelar di Beijing pada Selasa kemarin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Qin Gang mengatakan kapal Vietnam telah menerobos secara paksa di area yang menjadi operasi pengeboran minyak.

Kapal itu, kemudian kabur ke sisi kiri kapal nelayan Tiongkok, sebelum akhirnya terbalik. "Saya ingin menegaskan kembali bahwa penyebab langsung insiden ini, karena Vietnam memaksa untuk menggagalkan operasi yang dilakukan Tiongkok dan malah mengambil langkah berbahaya di laut," ujar Qin.

Qin turut menyerukan agar Pemerintah Vietnam menghentikan semua aksi yang bersifat gangguan dan penghancuran segera. Di mata Qin, tidak ada sengketa wilayah di Pulau Paracel atau oleh Pemerintah Tiongkok disebut Pulau Xisha.

Hal itu disebabkan Paracel dianggap sudah masuk bagian kedaulatan wilayah Tiongkok. "Kami berharap Vietnam akan segera menghentikan hal itu dan mohon dicamkan hal tersebut dapat mempengaruhi kepentingan stabilitas di kawasan," kata Qin.

Hanya dengan menghentikan langkah itu, lanjut Qin, Vietnam dapat menegakkan kembali kepentingan hubungan bilateral.

Kekisruhan hubungan kedua negara telah berubah menjadi tindak kekerasan dua pekan lalu. Saat itu, terjadi unjuk rasa anti Tiongkok yang berujung tewasnya dua pekerja asal Tiongkok.

Menurut video yang disiarkan oleh stasiun televisi milik Pemerintah Tiongkok, CCTV, terdapat beberapa gambar yang menunjukkan beberapa warga terlihat berjalan pincang atau tengah dibawa turun dari pesawat medis. Banyak bagian tubuh mereka yang diperban akibat terluka.

Sementara Pemerintah Vietnam berdalih aksi unjuk rasa itu merupakan aksi spontan yang dilakukan individu tertentu, sehingga memicu kekacauan di masyarakat. (umi)

Berita Terkait